Capsule Wardrobe – Apa Itu?

Ada saat dimana saya lelah dengan jumlah pakaian di lemari yang enggak kehitung banyaknya hingga memenuhi isi lemari. Saking banyaknya, sampai mengalami momen harus-pakai-apa- di- pagi- hari. Sampai akhirnya saya menemukan tulisan mengenai capsule wardrobe.

Kalau melakukan pencarian di Google, ada banyak situs yang menjelaskan dengan lengkap mengenai capsule wardrobe ini. Kalau menurut bahasa saya sendiri, capsule wardrobe bisa diartikan sebagai beberapa pakaian yang bisa dipadu padankan dengan baik. Jumlahnya berapa? Bermacam-macam, tergantung kebutuhan pribadi masing-masing.

Capsule wardrobe yang pertama kali menjadi perhatian saya adalah 10 pieces pakaian. Dengan 10 pakaian tersebut bisa dipadu padankan dengan baik. Berikut visual 10 pieces capsule wardrobe yang menjadi favorit saya:

1. 10 Essentials For Your Capsule Wardrobe oleh The Blissful Mind.

Sumber

Minimalis dan dan rapi. Saya sih ngga bosan melihatnya.

2. Spring Capsule Wardrobe – Ten Easy Pieces oleh Paris to Go.

Sumber

Lebih lady-like ya. Sebagai penggemar dress, saya suka capsule wardrobe ini karena karena jumlah dressnya banyak.

3. 10 Pieces 100 Outfits oleh Color Me Courtney.

Sumber

Visual di atas adalah berapa banyak outfit yang bisa dipakai hanya dengan 10 buah pakaian. Courtney bermain dengan aksesoris agar outfitnya terlihat fun and fresh. Untuk pecinta warna terang mungkin bisa mengunjungi blognya yang penuh dengan warna.

Project 333

Apakah harus 10 pieces? Tentunya enggak. Courtney Carver dalam situsnya Be More With Less adalah pencetus Project 333 di dalam capsule wardrobe. Bagaimana cara bermainnya?

Di dalam situsnya, Courtney menuliskan beberapa rules atau peraturan dalam Project 333 ini, yaitu:

  • Kapan? Setiap 3 (tiga) bulan.
  • Apa saja? 33 item termasuk pakaian, aksesoris, perhiasan, pakaian luaran (outer), dan sepatu.
  • Apa yang ngga? Item yang ngga termasuk di dalam bagian Project 333 ini adalah perhiasan yang sentimentil yang ngga akan kamu tanggalkan, pakaian dalam, pakaian tidur, pakaian untuk leyeh-leyeh di rumah (daster misalnya), dan pakaian olahraga.
  • Bagaimana? Pilih 33 item dari pakaianmu (aku sarankan yang terbaik, yang favorit banget). Sisanya dimasukkan ke dalam kotak ditutup pakai lakban kalau perlu (ini kata websitenya dia begitu loh) dan letakkan secara out of sight biar ngga kelihatan.
  • Apa lagi? Bayangkan misalnya kamu sedang menciptakan kumpulan pakaian (wardrobe) untuk keseharian termasuk wardrobe untuk bekerja dan untuk hang out selama 3 bulan. Pakaian-pakaian itulah yang akan masuk ke dalam Project 333-mu. Dan harus diingat ini bukanlah proyek penderitaan. Jika pakaianmu tidak lagi cukup atau sudah dalam kondisi yang ngga layak dipakai, gantilah.

Buat saya pribadi, capsule wardrobe ini membantu sekali. Jadi ngga bingung lagi mau pakai baju apa, sudah paham dengan uniform atau pakaian yang biasa dipakai (celana ini bagusnya sama blus ini, rok yang ini oke kalau dimix sama sweater ini), dan yang pasti ngga memakan space banyak di lemari.

Jadi bagaimana denganmu? Mau coba membuat capsule wardrobe sendiri?

The Beginning: My Financial Journey

Seperti kebanyakan mahasiswa yang lulus kuliah, saat itu saya langsung mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya saat kuliah. Dari lulus kuliah tahun 2009 hingga lima tahun kemudian, satu bad habit yang saya sadari: susah untuk memiliki simpanan keuangan a.k.a. menabung. Saat gajian adalah salah satu kebahagiaan terbesar saya saat itu karena akhirnya bisa belanja atau janjian sama teman atau bahkan beli tas incaran. Dan seperti biasanya, di akhir bulan, untuk naik bus ke kantor saja survivenya luar biasa. Bahasa sekarangnya, saya hidup dari paycheck to paycheck atau dari gaji ke gaji.

 

Picture source.
Ada yang sama seperti saya begini?

 

Dan.. Ada saat dimana saya jenuh dan sadar sepertinya gaya hidup saya ngga sehat. Ketakutan mengenai masalah finansial pun mendera. Bagaimana jika ada sesuatu hal yang tiba-tiba terjadi yang membutuhkan dana banyak sedangkan rekening bank saya saja hidup segan mati ngga mau? Dari pemikiran ini, ada dua hal yang saya lakukan. Yaitu membuka rekening asuransi dan memiliki kartu kredit.

Saya mendaftar di salah satu asuransi syariah di salah satu perusahaan asuransi besar. Saya anggap asuransi ini sebagai tabungan karena jika ngga ada yang terjadi pada saya (dan semoga ngga ada apa-apa), uang saya akan kembali. Amanlah, pikir saya. Anggap saja tabungan selama 10 tahun ke depan.

Yang kedua, kartu kredit. Just in case hal-hal seperti telepon genggam saya rusak atau butuh membeli laptop baru, saya bisa menggunakan fasilitas cicilan 0% untuk mengcover kebutuhan saya itu. Amanlah, pikir saya untuk yang kedua kali.

Ternyata, kartu kredit juga bukan solusi. Dan saya pun kembali jatuh ke dalam kejenuhan dalam masalah keuangan.

Dave Ramsey

Thanks to Pinterest. Saat-saat saya berada di kegelapan masalah keuangan, entah kenapa di Pinterest Home saya keluar topik-topik keuangan oleh Dave Ramsey (nampaknya karena saya suka baca blog-blog keuangan dari Pinterest). Pelan-pelan membaca satu demi satu artikel hingga akhirnya tertarik dengan metode financial journey yang disarankan oleh beliau. Dan ternyata banyak bloggers yang keadaannya lebih sulit dari saya di luar sana. Kalau saya hanya susah buat menabung saja dan pengin sekali bisa menabung dan punya tabungan. Sedangkan kalau mereka memiliki daftar debt yang banyak sekali. Beberapa dari mereka bisa melewati kegelapan masalah keuangan bahkan hingga mencapai financial freedom. Asyik ya?

Satu hal yang harus dipahami di sini adalah, namanya juga financial journey. Sebuah perjalanan finansial. Yang ngga akan dicapai dalam waktu semalam suntuk namun dibutuhkan keinginan serta kedisiplinan dalam menjalaninya. Jatuh-bangun, hingga beberapa kesalahan sangat-sangat dimaklumi. Saran saya, banyak baca-baca perjalanan para bloggers tersebut dengan perjalanan mereka. Kalau di Instagram, cari saja hashtag #debtfreecommunity atau #debtfreejourney. Kalian akan paham apa maksud saya *grin

So, are you ready to have your own journey?

 

Event: Festival Lentera Indonesia 2017

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Festival Lentera Indonesia 2017 (Indonesia Lantern Festival) di daerah Cikokol, Tangerang. Pada acara pembukaannya tanggal 18 Agustus 2017 lalu, festival ini dihadiri oleh beberapa artis ibukota seperti Raffi Ahmad dan Jessica Iskandar. Tapi karena saya kesananya beberapa hari setelah hari pembukaan, jadi saya ngga ketemu mereka.

Saya suka sekali dengan lentera. Dengan background gelapnya malam, lentera akan memberikan kesan dominan yang indah. Dan setelah difoto pun hasilnya akan sangat bagus. Seperti masuk ke dunia lain.

Waktu itu saya kesananya hari Rabu dan baru sampai pukul setengah 9 malam. Sehingga keadaan di sana tidak begitu ramai dan puas untuk foto-foto. Beberapa pengunjung terlihat menggunakan kamera khusus fotografi. Tampaknya lentera-lentera ini menjadi ajang untuk mengasah kemampuan fotografi mereka.

Untuk yang haus atau lapar, ngga usah khawatir. Di dalam tempat ini terdapat food court dengan harga terjangkau. Dan hiburannya bukan hanya lentera saja, tapi ada panggung yang ngga pernah sepi dari penyanyi, penari, bahkan akrobat.

Ada foodcourtnya.

 

Ada panggungnya.

 

Anak-anak anda sedikit bosan? Ada pojok mainan mobil-mobilan di sini.

Hiburan untuk anak-anak anda.

Lentera-lentera yang bertebaran di Maze Market ini memiliki sentuhan Indonesia dan Tiongkok. Menurut Warta Kota, hal ini dikarenakan festival lentera ini merupakan bentuk pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Favorit saya adalah lentera yang membentuk lambang Garuda Pancasila.

Festival ini akan diadakan hingga Desember 2017. Saran saya kalau mau kesana:

  • Di atas jam 7 malam dimana langit sudah gelap sehingga kerlip lampu-lampunya bisa maksimal.
  • Batere HPnya dicharge dulu. Jangan sampai seperti teman saya yang batere HPnya habis sehingga sulit untuk foto-foto (tapi dia bawa kamera lain sih).
  • Datangnya saat weekdays ya. Ngga kebayang rebutan spot foto di keramaian weekends.
  • Langsung saja ke Maze Market di daerah Cikokol, Tangerang (search the location by Google Map yah). Harga tiket masuk untuk weekdays (Senin-Kamis) adalah Rp 20.000,- dan untuk weekends (Jum’at, Sabtu, Minggu) adalah Rp 35.000,-. Untuk anak-anak dan pengunjung dengan usia di atas 50 tahun; gratis loh.
  • Have fun and enjoy the light!

 

Fotografer: Dhony Eka dengan menggunakan iPhone 7.

Product Review: The New Nokia 3310

Dari dulu saya menyukai handphone yang bentuknya kecil karena mudah untuk dimasukkan ke kantong pakaian, mudah digenggam, dan diselipkan dimanapun. Handphone kecil saya yang terakhir diminta sama Eyang saya karena beliau ngga bisa (dan ngga mau) menggunakan smart phone.

Bukannya handphone kecil seperti itu hanya bisa untuk telepon dan SMS saja?

Memang benar. Dan memang itu tujuannya. Buat saya, smart phone itu banyak godaannya. Terutama godaan media sosial dan aplikasi chattingnya. Quotes dari Courtney Carver cukup mengingatkan saya betapa simpelnya hidup di masa lalu.

https://bemorewithless.com/internet-is-broken/
Source

Jadi ngga punya smart phone?

Punya. Zaman sekarang memang zamannya smart phone. Saya masih membutuhkan benda itu untuk cek email, cuci mata di Pinterest dan Instagram, juga chatting dengan adik-adik saya yang suka protes kalau hanya menggunakan telepon dan SMS saja karena akan memakan pulsa regular mereka. Tapi smart phone bukan mandatory buat saya. I still can live without it.

Oke, balik ke cerita handphone kecil yang diminta Eyang, akhirnya saya harus beli handphone kecil yang baru. Hal ini bersamaan dengan launchingnya The New Nokia 3310. Dan saya pun hepi mendengar berita tersebut. Saya beli yang warna abu-abu, salah satu warna favorit saya. Saya pun lebih hepi lagi pas utak-atik handphone ini dan lihat-lihat aplikasinya.

Memang handphone ini bisa apa saja?

Kalau untuk detail lengkapnya, bisa lihat di Nokia.com. Saya hanya akan membahas hal-hal yang saya sukai dari handphone ini, selain bisa menelepon, ber-SMS ria, dan menyimpan nomor kontak yah.

1. Baterenya tahan lama.

Ditulis kalau waktu stand by-nya bisa sampai satu bulan. Iya, satu bulan. Tapi karena saya menggunakan handphone ini untuk menelepon, saya menchargenya lebih-kurang setiap dua minggu sekali. Ini sudah membuat saya hepi karena saya termasuk orang yang malas mencharge handphone.

2. Ada flash light-nya.

Aplikasi flash light bisa ditemukan di smart phone apapun. Kalaupun ngga ada, bisa download di application store-nya. Saya ngga ingat apakah Nokia 3310 yang dulu punya flash light apa ngga. Yang pasti flash light ini bermanfaat saat tiba-tiba mati lampu untuk mencari senter (duh, semoga ngga ada lagi yang namanya pemadaman, dengan pemberitahuan apalagi tanpa pemberitahuan).

3. Ada kameranya.

2.0 MP. Not bad.

4. Ada Bluetooth-nya.

Biasanya saya pakai untuk kirim-kirim foto ke handphone yang lain.

5. Ada kabel datanya.

Bisa memindahkan data ke komputer langsung, atau sebaliknya. Bisa transfer foto dan musik favorit ke dalam handphone. Tapi harus menggunakan kabel data sendiri karena dalam box bundlingnya hanya dapat charger biasa, bukan charger dengan kabel data.

6. Bisa dimasukkan memory card.

Untuk menambah kapasitas memory di handphone.

7. Bisa memutar musik dan video.

Speakernya bagus untuk ukuran benda semungil ini. Kalau video mungkin kurang memuaskan buat saya karena layarnya yang kecil.

8. Notes.

Saya butuh ini untuk mencatat daftar belanjaan supaya ngga lupa.

9. Dual SIM card.

SIM nomor duanya ngga terpakai sih karena nomor saya hanya satu.

Beberapa aplikasi yang ngga saya pakai:

1. Internet.

Lebih puas pakai smart phone pastinya.

2. Game Snake.

Dari dulu memang bukan hobi saya memainkan game ini.

3. Radio.

Lebih suka mendengarkan MP3 yang lagu-lagunya sudah pasti ada di playlist.

4. Weather.

Lebih suka nanya Mbah Google mengenai suhu dan cuaca hari ini.

Ada beberapa aplikasi dasar lain seperti calendar, alarm clock, voice recorderfilescalculator, dan lain-lain yang ngga saya sebutkan.

Kesimpulan: Saya suka handphone ini ^^

Oh iya, handphone ini ada minusnya juga buat saya. Yaitu ngga bisa dikasih gantungan 🙁 Sebelum membeli Nokia 3310 ini, saya sudah membayangkan akan membeli gantungan panjang dan menggantungkannya di leher seperti zaman dulu, hiks.. Satu lagi, saat untuk contactnya hanya bisa satu nama memiliki satu nomor telepon. Sepertinya dulu di Nokia bisa satu nama dengan dua nomor telepon plus bisa add alamat emailDear Nokia, please provide this one for your next project yah. Thank you ^^

monaintariani.com

“Yuk, Kita Bereskan Mainannya”

Anak-anak selalu akrab dengan mainan. Meskipun terkadang kita sebagai orang tua melakukan pengereman dalam membelikan mainan, namun ada saja mainan yang datang kerumah. Entah pemberian saudara (terutama Kakek dan Nenek) yang baik hati atau mainan gratis yang disediakan oleh beberapa restoran tentunya menambah jumlah mainan anak anda.

Yuk Kita Bereskan Mainannya

Jika mainan-mainan tersebut tersusun rapi, mungkin akan mengurangi beban beres-beres anda. Namun bagaimana jika mainan-mainan tersebut tersebar di seantero penjuru rumah? Tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri buat anda.

Untuk menjadi jalan keluarnya, ada beberapa hal yang saya terapkan di rumah terkait dengan mainan ini.

1. Mainan hanya boleh berada di ruang bermain.

Setiap mainan memiliki rumahnya masing-masing

Atau jika ngga punya ruang bermain (seperti saya), tempatkan semua mainan pada satu pojok atau satu lemari, dimanapun yang sesuai dengan rumah anda. Dengan menerapkan hal ini, anak akan lebih mudah jika dimintai tolong untuk membereskan mainannya karena mainan-mainannya memiliki ‘rumah’.

2. Boleh memainkan mainan yang lain asalkan mainan yang sudah dimainkan dibereskan dahulu.

Kamu mau menggambar atau bermain pancing-pancingan?

Hal ini adalah challenge untuk anda dan untuk si kecil untuk sama-sama mendisiplinkan diri. Anda harus disiplin untuk membantu anak anda untuk menjadi disiplin. Jika sedang menggambar dan anak anda mengajak untuk memainkan mainan pancing-pancingan misalnya, tatap matanya dan tanya secara perlahan, “Kamu mau menggambar, atau bermain pancing-pancingan?”. Jika dia lebih memilih untuk bermain pancing-pancingan, maka ajak dia untuk membereskan buku gambar dan krayonnya.

3. Ajak anak anda untuk membereskan mainan bersama-sama.

Ajak buah hati anda membereskan mainan bersama

Seorang anak senang melakukan aktivitas bersama dengan orang tuanya. Dengan mengajaknya untuk bersama-sama membereskan mainannya, anda mendapatkan tiga poin; mengajak anak untuk membiasakan diri membereskan sesuatu, terciptanya bonding dengan anak anda karena melakukan aktivitas bersama-sama, dan rumah menjadi rapi.

4. Lakukan declutter secara berkala.

Declutter beberapa mainan secara berkala

Declutter mainan atau menyingkirkan mainan yang tidak perlu (mungkin sudah rusak atau sudah tidak dimainkan dalam jangka waktu yang lama seperti enam bulan) adalah salah satu cara untuk membuat pojok bermain rumah anda tertata rapi. Hal ini perlu dilakukan secara berkala (misalnya sebulan sekali?). Mainan yang rusak mungkin bisa dibetulkan atau bahkan dibuang, dan mainan yang sudah tidak dimainkan lagi bisa diberikan ke orang lain yang menginginkannya.

Tentunya butuh waktu untuk membuat anak untuk membereskan mainannya. Memang akan lebih cepat jika anda yang mengerjakannya sendiri. Tapi tujuan dari aktivitas ini adalah untuk melatih anak anda untuk menjadi disiplin. Hal itu butuh waktu dan tenaga ekstra, namun hasilnya akan anda lihat setelah berkali-kali melaksanakannya. Yang namanya anak kecil memang butuh waktu untuk belajar dan that’s okay. Biarkan mereka menikmati dunia mungil mereka secara perlahan.

monaintariani.com

Toys are everywhere in your house?